Ejekan Hacker kepada Windows

Posted by Unknown Sabtu, 30 April 2011 0 komentar
Seorang hacker yang juga penggiat free software, Eric S. Raymond, pernah ditanya orang begini:

Penanya: Saya memiliki masalah dengan software Windows. Bisakah anda membantu saya?
Eric Raymond: Ya. Masuklah ke DOS Prompt dan ketikkan "format c:". Segala masalah yang engkau hadapi dengan Windows akan segera terselesaikan dalam beberapa menit.

Ha ha ha ha ha ha. Tidak disebutkan apakah si penanya melakukan saran itu. Tapi hal ini menunjukkan bahwa perang antara software berbayar dengan yang free sangat serius.

Museum Kerinci di Malaysia

Posted by Unknown Senin, 11 April 2011 0 komentar

Museumnya museum Kerinci, artinya museum itu nantinya akan berisi benda - benda purbakala dari Kerinci, Propinsi Jambi. Tetapi, dibangunnya di Kuala Lumpur, Malaysia.
Pemerintah Kabupaten Kerinci telah mengirimkan sejumlah benda peninggalan budaya dan sejarah Kerinci untuk dipamerkan, seperti alat musik gong ketuk, rebana sikek, sandu (sejenis seruling), dan gendang kerinci dari kayu surian.
Mengapa kita menjual diri sedemikian murah?

WS Rendra: Renungan Indah

Posted by Unknown Minggu, 10 April 2011 0 komentar

Seringkali aku berkata,
Ketika semua orang memuji milikku
Bahwa sesungguhnya ini
hanyalah titipan

Bahwa mobilku hanyalah titipan-Nya
Bahwa rumahku hanyalah titipan-Nya
Bahwa hartaku hanyalah titipan-Nya
Bahwa putraku hanyalah titipan-Nya
Tetapi, mengapa aku tak pernah bertanya: mengapa Dia menitipkan padaku???

Untuk apa Dia menitipkan ini padaku ???
Dan kalau bukan milikku, apa yang harus kulakukan untuk milik-Nya itu ???...

Adakah aku memiliki hak atas sesuatu yang bukan milikku?
Mengapa hatiku justru terasa berat, ketika titipan itu diminta kembali oleh-Nya ?

Ketika diminta kembali, kusebut itu sebagai musibah
kusebut itu sebagai ujian, kusebut itu sebagai petaka,
kusebut dengan panggilan apa saja untuk melukiskan bahwa itu adalah derita.

Ketika aku berdoa, kuminta titipan yang cocok dengan hawa nafsuku, aku ingin lebih banyak harta, ingin lebih banyak mobil, lebih banyak rumah, lebih banyak popularitas, dan kutolak sakit, kutolak kemiskinan,

Seolah semua “derita” adalah hukuman bagiku.
Seolah keadilan dan kasih Nya harus berjalan seperti matematika: aku rajin beribadah, maka selayaknyalah derita menjauh dariku, dan nikmat dunia kerap menghampiriku.

Kuperlakukan Dia seolah mitra dagang, dan bukan Kekasih. Kuminta Dia membalas “perlakuan baikku”, dan menolak keputusanNya yang tak sesuai keinginanku,

Gusti, padahal tiap hari kuucapkan, hidup dan matiku hanyalah untuk beribadah… “ketika langit dan bumi bersatu, bencana dan keberuntungan sama saja”

Arti Reshuffle Kabinet Bagi Rakyat Miskin

Posted by Unknown Selasa, 01 Maret 2011 0 komentar
Peta politik saat sidang paripurna soal usulan pansus angket pajak, selasa, 22 Februari lalu, sepertinya akan berbuntut pada reshuffle kabinet. Dua partai pendukung pemerintah, Golkar dan PKS, telah mengambil sikap berseberangan dengan partai pemerintah. Partai Demokrat, dan terutama sekali SBY, merasa dikhianati oleh dua mitra koalisinya tersebut.

Isu reshuffle pun bertiup kencang. Dan, pada 28 februari 2010, politisi muda partai Demokrat yang dikomandoi oleh Ulil Abshar Abdallah telah menggelar konferensi pers sebagai bentuk dukungan terhadap Presiden SBY untuk melakukan reshuffle. Kalau begitu, reshuffle kabinet sudah di depan mata.

Reshuffle kabinet sudah berulang kali terjadi di Indonesia. Tetapi yang terjadi hanyalah pergantian orang, bukan pergantian mentalitas dan kebijakan. Tidak salah kalau banyak orang yang menganggap reshuffle kabinet hanya agenda “pengaturan ulang jatah kekuasaan”.

Reshuflle sangat jauh dari agenda dan kepentingan rakyat miskin. Basis kemunculan isu reshuffle saja bukan dari kegagalan seorang menteri menjalankan pekerjaannya, melainkan perbedaan kepentingan di kalangan partai pendukung pemerintah.

Si Udin misalnya, seorang tukang jual gorengan keliling, mengaku kesulitan menjangkau harga-harga kebutuhan pokok keluarganya setiap hari. Dia juga ingin sekali mendapatkan pekerjaan yang lebih layak. “Kalau bisa kerja di pabrik kan lebih baik. Gajinya lebih jelas, ketimbang begini (jualan gorengan),” begitu katanya.

Bagaimana pula harapan Si Tarjo, petani asal Temanggung, yang sudah lama tidak mendapat nilai tambah apapun dari kegiatannya bertani. “Harga pupuk sangat mahal dan langka. Irigasi juga dalam kondisi tidak maksimal. Banyak hama yang menganggu. Sudah begitu, harga jual gabah kami sangat murah. Pemerintah lebih senang dengan impor,” keluhnya.

Akankah reshuflle memenuhi harapan Si Udin dan Si Tarjo? jangan harap. Reshuffle bukan karena kehendak Si Udin dan Si Tarjo, melainkan karena kehendak Si Bos besar. “Supaya kekuasaan si Bos tetap aman sampai di 2014, maka lawan-lawannya di tawari kekuasaan. Sedangkan yang tetap ngotot melawan akan dikucilkan.”

Meskipun ada pergeseran politik pasca sidang paripurna soal angket pajak, dan terlebih lagi jika terjadi reshuffle, tetapi pergeseran itu belum bisa diharapkan dapat menciptakan polarisasi antara pro dan anti-imperialis. Sebab, sebagaimana sudah diterangkan berulang kali dalam editorial sebelumnya, bahwa tidak ada partai politik di parlemen yang punya ideologi yang jelas dan dijalankan secara konsisten. Kalau hari ini mereka di luar pagar, maka besok mereka bisa masuk pagar jikalau pintu dibukakan ke mereka. Begitu juga sebaliknya.

Oleh karena itu, adalah penting untuk menghubungkan persoalan Si Udin dan Si Tarjo bukan dengan isu reshuffle kabinet, tetapi kepada tuntutan yang lebih tegas dan terang: banting stir haluan kebijakan ekonomi dan politik. Tanpa sebuah pemerintahan nasional yang mandiri dan demokratis, maka tidak akan ada perubahan nasib bagi rakyat miskin Indonesia.

Sumber : http://berdikarionline.com

free counters